Lepas gaji gede usai S2 LPDP di London, kisah wanita jadi PNS guru SD pakai ijazah S1 ini bikin respek

Brilio.net - Buat banyak orang, mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah menjadi impian. Namun, setelah lulus sekolah dari beasiswa, tak sedikit pula yang memilih untuk berkarier di luar negeri. Bukan tanpa alasan, mereka berpikir bahwa berkarier di luar negeri lebih menjanjikan di negeri sendiri.

Namun, prinsip ini rupanya tidak dianut oleh Galih Sulistyaningra. Lulusan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyelesaikan S2 di London, Inggris ini memutuskan mengabadikan ilmunya sebagai guru sekolah dasar negeri, lho. Lewat akun TikTok-nya @galihtyanr, ia membagikan kisahnya sebagai guru SD negeri.

Dalam video unggahannya, Galih juga mengungkapkan alasan mengapa ia memilih menjadi guru SD setelah lulus LPDP S2. Rupanya, menjadi guru SD membuatnya paham mengenai permasalahan pendidikan dari bawah. Selain itu, ia juga berharap kontribusinya dapat memberikan pengaruh kepada orang lain.

"Karena S1 aku Pendidikan Guru SD, maka aku kembali dan menjadi guru SD. Padahal kalau mau jujur, bukan itu rencana awalnya. Tapi ternyata memang aku butuh menjadi Guru SD Negeri terlebih dahulu untuk paham konteks dan masalah akar rumput, dan tanpa sadar memberi pengaruh untuk teman-teman lain," ungkap Galih pada penggalan captionnya, dikutip brilio.net, Kamis (20/6).

foto: TikTok/@galihtyanr

Meski bukan rencana awalnya, ia mengungkapkan jika menjadi guru SD merupakan jalan yang ingin ditempuhnya. Saat mempresentasikan apa yang ingin diwujudkannya dengan panelis LPDP, ia hendak menggabungkan pembelajaran yang relevan di sekolah-sekolah negeri.

"Setelah ku ingat kembali, ternyata ini jalanku mewujudkan apa yang kupresentasikan saat wawancara dengan panelis LPDP: mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dan bermakna di sekolah-sekolah negeri. Siapa sangka ternyata tercapai dengan menjadi guru SD negeri itu sendiri, bukannya pembuat atau pemangku kebijakan atau NGO. Tapi malah aktor utama dan garda paling depan, penentu kualitas pembelajaran. Hidup memang lucu terkadang," ujarnya.

Lewat videonya, ia menunjukkan berbagai pembelajaran yang diberikan kepada murid-muridnya. Ia mengajarkan pencegahan kekerasan seksual sejak dini, prinsip STEAM, pelajaran mengenai kesetaraan gender, hingga mengajarkan empati dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia pun juga aktif menginspirasi lewat profesi guru sekolah dasar di berbagai kesempatan.

foto: TikTok/@galihtyanr

Keputusan untuk menjadi abdi negara usai lulus S2 di London tentu bukan perkara mudah bagi Galih. Namun, karena dorongan kuat dari sang orang tua, Galih mantap memulai karier barunya sebagai guru SD dengan mengikuti ujian CPNS pada 2019.

"Aku pulang di tahun 2019, dan saat itu langsung ikut CPNS formasi S1 guru SD atas kemauan kuat dari orang tua yang juga guru, yang ternyata masih memaknai kesuksesan anak sebagai seorang abdi negara," ungkapnya.

Mengikuti pendaftaran CPNS dengan formasi S1, Galih harus merelakan ijazah S2-nya tidak terpakai. Tak hanya itu, ia pun rela menerima gaji yang jauh lebih kecil dari pendapatannya sebelum jadi guru. Meski sempat berat, namun orientasi berpikirnya pun berubah seiring dengan statusnya yang sudah jadi ibu.

"Walau itu artinya mengikhlaskan dan mengarsipkan dulu ijazah S2ku dan merelakan pendapatan yg menurun jauh dari yang sebelumnya kuterima. Namun orientasiku yang masih lajang kala melamar waktu itu tentu berbeda dengan kini yang menjadi ibu," imbuhnya.

foto: TikTok/@galihtyanr

Ibu dari satu anak tersebut kemudian menyadari jika keputusannya menjadi guru SD kini berkaitan erat dengan usahanya saat ini. Kini, Galih tengah berusaha untuk menjadi guru sepenuhnya bagi sang anak.

"Meski terbilang masih dini, tapi keputusanku untuk menjadi guru di SD negeri memang gak untuk selama itu, nyatanya ada hal-hal lain yang perlu sama-sama kuusahakan yang dulu gak pernah kubayangkan, yaitu jadi guru sepenuhnya untuk anakku," imbuhnya.

foto: TikTok/@galihtyanr

Kisah tersebut sangat menginspirasi banyak orang. Video yang diunggah pada 11 Juni lalu ini sudah ditonton ratusan ribu kali. Warganet memuji pengabdian yang dilakukan Galih. Apalagi ia mengajar anak-anak dengan nilai yang baik di usia belia.

"Keren banget. Pasti murid2nya pada ikutan keren," kata @feyhanindya.

"Lulusan LPDP tuh gini pulang ke Indonesia pengabdian. keren bgt kak, semangat selalu," puji @alvvv____.

"Kereeen mbaaa, guru2 sd negri butuh orang kaya mba ny.. inspirasi nii jd yg lain bs luat," kata @ninowbro.

"Andaikan semua guru semakin diperhatikan. pasti banyak jg yg mau mengabdi jadi guru. saya salah satu yg bercita-cita ingin menjadi guru / dosen dan sekarang tengah menempuh pendidikan S1," puji @pinkbaby572.

"Alhamdulillah, terima kasih sudah menunaikan janjinya kaak. Semoga Allah selalu beri kaka kemudahan dan kelancaran rezekiii," kata @pecintaketupatmamah.

 

@galihtyanr Selamat buat teman-teman yang lolos seleksi substansi LPDP! Jangan lupa janjinya ya untuk membangun negeri, dengan cara terbaik kalian masing-masing. Karena S1 aku Pendidikan Guru SD, maka aku kembali dan menjadi guru SD. Padahal kalau mau jujur, bukan itu rencana awalnya. Tapi ternyata memang aku butuh menjadi Guru SD Negeri terlebih dahulu untuk paham konteks dan masalah akar rumput, dan tanpa sadar memberi pengaruh untuk teman-teman lain. Setelah ku ingat kembali, ternyata ini jalanku mewujudkan apa yang kupresentasikan saat wawancara dengan panelis LPDP: mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dan bermakna di sekolah-sekolah negeri. Siapa sangka ternyata tercapai dengan menjadi guru SD negeri itu sendiri, bukannya pembuat atau pemangku kebijakan atau NGO. Tapi malah aktor utama dan garda paling depan, penentu kualitas pembelajaran. Hidup memang lucu terkadang. Aku pulang di tahun 2019, dan saat itu langsung ikut CPNS formasi S1 guru SD atas kemauan kuat dari orang tua yang juga guru, yang ternyata masih memaknai kesuksesan anak sebagai seorang abdi negara. Walau itu artinya mengikhlaskan dan mengarsipkan dulu ijazah S2ku dan merelakan pendapatan yg menurun jauh dari yang sebelumnya kuterima. Namun orientasiku yang masih lajang kala melamar waktu itu tentu berbeda dengan kini yang menjadi ibu. Meski terbilang masih dini, tapi keputusanku untuk menjadi guru di SD negeri memang gak untuk selama itu, nyatanya ada hal-hal lain yang perlu sama-sama kuusahakan yang dulu gak pernah kubayangkan, yaitu jadi guru sepenuhnya untuk anakku. Nanti kuceritakan lagi tentang ini ya. Intinya kontribusiku gak akan berhenti, terlepas apapun status kepegawaianku, sekarang maupun nanti. #guru #pns #beasiswa #lpdp #indonesia ♬ Beautiful Things - Benson Boone